Hubungi kami:


(0285) 423223

(0285) 423223-303

Upaya Penanganan Pencemaran Perairan Kota Pekalongan Akibat Limbah Tekstil

25-11-2020 22:35:53

Kondisi pencemaran perairan Kota Pekalongan akibat dari pembuangan limbah khususnya limbah tekstil menjadi perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). Oleh sebab itu Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Cilacap yang bekerja sama dengan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman berupaya membantu Kota Pekalongan dengan menghadirkan peneliti seorang pakar mikologi, bioremediasi dan teknolobiologi, Dr. Ratna Stia Dewi, S.Si, M.Si., untuk menemukan solusi terbaik dalam mengatasi limbah.

Upaya ini disambut baik oleh Pemerintah Kota Pekalongan dengan menyelenggarakan paparan peneliti dimaksud pada Jumat, 20 November 2020 dengan mengundang sejumlah stakeholder terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, akademisi, KADIN, pelaku industri batik, paguyuban kampung batik, dan komunitas pegiat lingkungan.

Dalam paparannya, Dr. Ratna mengemukakan bahwa kadar logam berat di perairan yang tercemar limbah tekstil (batik) telah jauh melebihi ambang batas yang diperbolehkan. Upaya pengolahan limbah dengan menghilangkan kadar logam berat dan warna yang selama ini dilakukan ternyata tidak membuat air hasil pengolahan aman karena masih mempunyai ikatan kimia yang kurang baik bagi lingkungan, lanjutnya. Salah satu metode yang aman untuk pengelolaan limbah menurut hasil dari penelitian dosen yang memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas pengolahan limbah tekstil secara mikrobiologis ini adalah dengan memanfaatkan agen biologis menggunakan bahan aktif jamur.

Dijelaskannya bahan aktif jamur yang telah diteliti dapat menguraikan kandungan logam berat tanpa menghasilkan senyawa baru. Pengaplikasian bahan aktif jamur bisa dengan cara filter bertingkat maupun dengan metode kincir air. Hasil penelitian menemukan bahwa hasil pengolahan limbah dengan bahan aktif jamur efektif dan tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan uji coba kepada biota sungai yang tetap hidup dan tumbuhan yang dapat tumbuh dengan media air hasil pengolahan limbah. Namun peneliti tidak memungkiri bahwa upaya penanganan limbah sebaik apapun tidak akan berfungsi maksimal apabila tidak didukung oleh kesadaran perilaku manusia. Oleh sebab itu dibutuhkan kesadaran bersama dan upaya pemerintah dalam mendorong masyarakat untuk lebih bertanggung jawab dan mencintai lingkungan.

Penanganan Limbah Batik Kota Pekalongan