Hubungi kami:


(0285) 423223

(0285) 423223-303

Lima Pilar Utama dalam Penguatan Sistem Inovasi Daerah Kota Pekalongan

18-11-2020 13:32:42

Dalam rangka menumbuhkembangkan budaya inovasi guna meningkatkan daya saing, daerah dituntut perlu memiliki Sistem Inovasi Daerah (SIDa).  Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Pekalongan saat ini tengah menyusun Roadmap Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) untuk jangka waktu tahun 2021 - 2025 (Baca juga: Penyusunan Roadmap Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Kota Pekalongan Tahun 2021 - 2025). Dalam penyusunan Roadmap Penguatan SIDa ini, Pemerintah Kota Pekalongan melibatkan tenaga ahli Pusat Teknologi Kawasan Spesifik dan Sistem Inovasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (PTKSSI-BPPT). Disampaikan oleh Direktur PTKSSI-BPPT, Dr. Ir. Iwan Sudrajat, MSEE., penguatan SIDa dilakukan dengan strategi pengembangan kebijakan sebagai suatu kesatuan kerangka kebijakan inovasi (innovation policy framework) melalui penguatan 5 (lima) pilar penguatan sistem inovasi yaitu Pilar Ekosistem Inovasi Daerah, Pilar Pengembangan Klaster Industri, Pilar Pengembangan Jaringan Inovasi, Pilar Pengembangan Teknoprenuer, dan Pilar Pengembangan Tematik Daerah.

Pilar Ekosistem Inovasi Daerah bertujuan untuk menciptakan ekosistem/iklim yang kondusif untuk berinovasi dan bisnis demi tersedianya infrastruktur dasar, kebijakan/regulasi terkait inovasi, dan budaya yang mendukung berinovasi. Contoh kegiatan yang dilakukan dalam Pilar Ekosistem Inovasi Daerah adalah dengan tercantumnya penguatan sistem inovasi dalam produk hukum, tersedianya sarana publik kreatif, peningkatan kualias SDM dan lembaga Iptekin, kolaborasi triple hingga pentahelix, dan lain sebagainya. Sementara Pilar Pengembangan Klaster Industri bertujuan untuk mengembangkan potensi terbaik dan meningkatkan daya saing industrial melalui pengembangan klaster industri. Hal ini sesuai dengan tema “Pengembangan Ekonomi Kreatif Berwawasan Lingkungan berbasis Potensi Unggulan Daerah” di mana klaster-klaster industri kreatif akan sangat berperan terhadap daya saing inonvasi daerah.

Pilar Pengembangan Jaringan Inovasi berperan untuk membangun keterkaitan dan kemitraan antar aktor sistem inovasi dengan tujuan utama untuk mendinamisasikan aliran pengetahuan, inovasi, difusi, dan pembelajaran dari penghasil inovasi (perguruan tinggi, lembaga litbang, badan usaha) kepada pengguna inovasi (badan usaha, aparat pemerintah, dan masyarakat). Contoh implementasi jaringan inovasi adalah Kawasan Sains dan Teknologi (Teknopark), Pusat Inovasi, Telecenter, dan lain sebagainya. Pilar Pengembangan Klaster Teknopreneur berfungsi sebagai wahana modernisasi bisnis/ekonomi dan sosial sekaligus sebagai pengembangan budaya inovasi atau berwirausaha. Beberapa contoh kegiatan antara lain menciptakan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (Startup), pengembangan inkubator daerah, melaksanakan proses inkubasi bisnis berbasis inovasi, pengembangan teknoprener melalui technoprenuer camp. Sementara pilar terakhir yaitu Pilar Pengembangan Tematik Daerah bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur pendukung implementasi SIDa, seperti Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di masyarakat dan dunia usaha, implementasi smart city, serta transformasi digital. Contoh kegiatan yang dapat dilakukan oleh pilar ini adalah pemenuhan ketersediaan dan validitas data TIK, pengelolaan website, pembentukan kelembagaan pengelola program TIK (SPBE, Smart City), sinergitas lembaga litbangjirap dalam program TIK, pelatian sistem inovasi untuk pengelola/SDM TIK, dan peningkatan penggunaan aplikasi dan perangkat yang berstandar.