Hubungi kami:


(0285) 423223

(0285) 423223-303

Kajian Strategi Pengembangan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan

Choliq Sabana, SE. Msi, Dr. Benny Diah Mddusari, MPi, Dr. Imam Suraji, M.Ag, Suryo Praktikwo, SPd, S.KM, M.Kes, Loso, SH. M.Hum, Hartati, SKM. M.Kes, Ida Baroroh, S.Sit. M.Kes

13-12-2016

JUDUL KAJIAN YANG DILAKUKAN OLEH DEWAN RISET DAERAH KOTA PEKALONGAN

Judul Kajian Nama Peneliti Instansi

Kajian Strategi Pengembangan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan

  1. Choliq Sabana, SE. Msi
  2. Dr. Benny Diah Mddusari, MPi
  3. Dr. Imam Suraji, M.Ag
  4. Suryo Praktikwo, SPd, S.KM, MKes
  5. Loso, SH. M.Hum
  6. Hartati, SKM. M.Kes
  7. Ida Baroroh, S.Sit. M.Kes

 

Dewan Riset Daerah Kota Pekalongan

ABSTRAK

Perkembangan Kota Pekalongan tidak dapat dipisahkan dari keberadan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan yang dalam kesejarahannya TPI Kota Pekalongan pernah berjaya pada era 80an hinggan puncaknya tahun 1994. Dimana pada tahun 1994 TPI pernah mencapai produksi tertingg hingga P103.008 ton senilai Rp 62,228 miliar. Banyak hal yang menyebabkan perolehan produksi yang tinggi tersebut, seperti kepemilikan kapal oleh orang asal pekalongan hingga mencapai jumlah 700 unit, banyaknya kapal-kapal dari daerah lain yang mau bongkar muat di TPI Kota Pekalongan, sistem pelelangan tunai, dan berbagai fasilitas TPI yang memadai. Setelah tahun 1994 tingkat produksi berangsur menurun dan berfluktuasi. Berdasarkan sumber PPNP tahun 2013 bahwa selama periode tahun 2003 s/d tahun 2012 tingkat produksi ikan rata-rata turun 10%. Produksi terendah pada tahun 2010 hanya mencapai 18,523 ton atau senilai 120,997 milliar. Kondisi ini disinyalir karena ketatnya aturan main yang diterapkan oleh Pelabuhan Penangkapan Nusantara Pekalongan, dan munculnya aturan yang melarang kapal di atas 30 gross tone membeli solar subsidi. Mengembalikan dominasi sektor perikanan memiliki makna penting bagi pemerintah Kota dan masyarakat Kota Pekalongan. Dominasi sektor perikanan bermakna meningkatnya aktivitas ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi, dan peningkatan peluang kesempatan kerja dan tentu saja bagi pemerintah akan memperbesar pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekalongan.


Penilitian ini dimaksudkan untuk melihat kinerja pengelolaan TPI, Faktor Internal dan Faktor Eksternal TPI dengan alat analisis Importance Performace Analysis (IPA) dan SWOT yang selanjutnya digunakan sebagai dasar perumusan strategi Pengembangan TPI Kota Pekalongan.


Dari hasil analisa IPA disimpulkan bahwa Pengelolaan TPI Kota Pekalongan menunjukkan tingkat kesesuain sebesar 73% atau dalam katagori cukup memuaskan. Atribut kesesuai yang paling tinggi adalah atribut produk ikan yaitu dengan tingkat kesesuaian sebesar 87% dan atribut yang paling rendah tingkat kesesuainya adalah kedisplinan dan kewajaran biaya. sementara dari hasil analisa SWOT TPI Kota Pekalongan berada dalam Kuadran II atau kuadran kompetitif.


Keywords: TPI Kota Pekalongan, IPA, dan SWOT