Hubungi kami:


(0285) 423223

(0285) 423223-303

Coklat Mangrove, Potensi Ekonomi sekaligus Usaha Menjaga Kelestarian Ekosistem Mangrove di Kota Pekalongan

03-12-2018 09:24:46

Mangrove atau pohon bakau merupakan salah satu tanaman yang tumbuh di pesisir pantai. Secara umum pohon bakau akan tumbuh secara berkelompok sehingga membentuk ekosistem mangrove. Selain berfungsi sebagai penjaga garis pantai dari abrasi dan erosi gelombang laut, ekosistem mangrove juga menjadi tempat biota dan perkembangbiakan ragam perikanan. Namun keberadaan ekosistem mangrove belum dipandang penting oleh masyarakat, sehingga mangrove seringkali tidak dijaga dan justru diambil dengan tidak bijaksana. Berangkat dari latar belakang tersebut, melalui fasiltiasi penelitian Riset Unggulan Daerah oleh Bappeda Kota Pekalongan, Wintah, M.Si dan anggota menggali potensi mangrove untuk bernilai ekonomi dengan penelitian berjudul: “Coklat Mangrove sebagai Usaha Peningkatan Ekonomi Kreatif Masyarakat Pesisir Kota Pekalongan”.

Melalui hasil kajian, buah mangrove sonetaria/pedada yang banyak tumbuh di pesisir Kota Pekalongan dapat diolah menjadi coklat. Hal ini disajikan dalam FGD Laporan Akhir Riset Unggulan Daerah : “Coklat Mangrove Sebagai Usaha Peningkatan Ekonomi Kreatif Masyarakat Pesisir Kota Pekalongan”, Jumat, 30 November 2018. Dengan model pelibatan masyarakat, pembuatan coklat dari buah mangrove dapat menjadi potensi dan peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus dapat menjadi edukasi kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Terkait peluang apakah coklat mangrove dapat menjadi oleh-oleh khas Kota Pekalongan, hal ini perlu penelitian lanjutan mengenai usia simpan dan keamanan pangan.